BORNEONEWS, London - Johnson & Johnson mengatakan pada Kamis (6/1) bahwa sebuah penelitian di lapangan menunjukkan vaksin COVID-19 suntikan tunggalnya melindungi penerima dari infeksi dan rawat inap hingga enam bulan.
Studi yang disponsori oleh pengembang vaksin itu dilakukan mulai 1 Januari hingga 7 September tahun lalu, sebelum varian Omicron ditemukan. Studi itu juga masih harus ditinjau oleh rekan sejawat.
J&J mengatakan perlindungan terhadap infeksi dari vaksin dosis tunggalnya mulai berkurang hanya dari bulan keempat dibandingkan dengan bulan kedua dalam kasus vaksin dua dosis dari pesaingnya Pfizer Inc dan BioNTech serta Moderna.
Tidak ada penurunan perlindungan yang ditemukan pada pasien yang dirawat intensif untuk ketiga vaksin tersebut, kata J&J.
Perusahaan itu mengatakan penelitian itu dilakukan dengan mengumpulkan klaim dan data laboratorium yang mencakup 168 juta orang.
Sumber: Reuters/ANTARA
Dosis Tunggal Vaksin J&J Diklaim Cegah Infeksi COVID hingga 6 bulan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Para Atletik Tutup Asian Para Games 2026 dengan 22 Medali
Menko Bahlil Bidik PNBP ESDM Capai Rp165 Triliun
OJK Kalteng Perkuat Inklusi Keuangan hingga Desa, Sasar Penyandang Disabilitas dan Pelajar
Monchengladbach Sudahi Rentetan Kekalahan dengan Bungkam Stuttgart
CBI Group Sudah Kirim 6.000 Liter BBM untuk Bantu Tangani Karhutla TNTP
Persib Bandung Alihkan Fokus ke Laga Hadapi Garudayaksa FC
Komentar (0)
Memuat komentar…







