BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dengan sigap, prajurit Pos TNI AL Kumai jajaran Lanal Banjarmasin melakukan aksi penyelamatan pada nelayan yang mengalami kejang - kejang dan muntah di perairan Laut Jawa, tepatnya muara Sungai Arut, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko melalui Danposal Kumai Letda (P) Rio Kusuma menyampaikan penyelamatan pada nelayan dilakukan pada Kamis, 6 Januari 2022. Kondisi nelayan saat itu sedang sakit dan membutuhkan pertolongan cepat.
"Kondisi nelayan yang sedang melaut saat itu mengalami kejang - kejang, muntah dan bahkab tidak sadarkan diri," kata Rio Kusuma saat dikonfirmasi Jumat, 7 Januari 2022.
Rio menjelaskan kronologis kejadiannya bermula sekitar pukul 13.30 WIB, datang seorang ibu bernama Nur Hayati, warga Desa Sungai Kapitan, Kecepatan Kumai. Dia meminta pertolongan kepada anggota Posal, agar bisa menjemput ABK yang saat itu mengalami kejang - kejang, muntah dan tidak sadarkan diri.
"Ada laporan warga yang membutuhkan pertolongan, kami langsung berkomunikasi dan meminta petunjuk kepada Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, dari hasil Koordinasi diperintahkan kepada personel Posal Kumai untuk segera membantu melaksanakan evakuasi," ujarnya.
Lanjut Rio, menurut keterangan Nur Hayati yang merupakan istri dari juragan kelotok tersebut jika kelotoknya sudah tiga hari berlayar mencari ikan.
Dalam proses evakuasi, 2 personel Pos TNI AL Kumai dengan dibantu satu keluarganya bergerak cepat untuk melaksanakan penyelamatan dan melaksanakan penjemputan dengan menggunakan Speed 85 PK, menggunakan komunikasi via Radio dengan titik temu di perairan Tanjung Penghujan.
"Jarak dari Posal ke Sungai Arut 30 NM. Sehingga baru sekitar pukul 16.52 WIB, ABK atau nelayan yang mengalami sakit berhasil dievakuasi dengan menggunakan Speed Posal dan pukul 18.05 WIB, Speed Posal tiba di dermaga selanjutnya ABK dievakuasi ke Puskesmas Kumai dengan menggunakan Randis Posal," jelasnya.
--page
Danlanal Herbiyantoko mengapresiasi inisiatif Prajurit Posal Kumai dengan tanggap dan sigap dalam menangani kejadian yang memerlukan aksi segera tersebut.
Aksi yang telah ditunjukkan oleh prajurit TNI AL adalah implementasi dari delapan wajib TNI, yaitu menjadi contoh dan mempelopori usaha dalam mengatasi kesulitan masyarakat sekelilingnya.
"Sudah selayaknya sebagai prajurit Sapta Marga yang memegang teguh Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI, harus dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dimanapun kita berada," pungkasnya. (DANANG/B-11)









