BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui data rilisnya Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyampaikan selama November 2021, frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalimantan Tengah turun 7,52 persen, dari 718 kunjungan di Oktober 2021 menjadi 664 kunjungan pada November 2021.
Penurunan frekuensi kunjungan ini terjadi di 4 pelabuhan yaitu pelabuhan Sampit 24 kunjungan, Kumai 19 kunjungan, Pulang Pisau 9 kunjungan dan Pangkalan Bun 3 kunjungan.
"Sedangkan kenaikan frekuensi kunjungan kapal hanya terjadi di Pelabuhan Sukamara 1 kunjungan," ujar Eko, Jumat, 7 Januari 2022.
Sejalan dengan frekuensi kunjungan kapal, volume arus barang juga mengalami penurunan 0,61 persen dari 1,55 juta ton pada Oktober 2021 menjadi hanya 1,54 juta ton di November 2021.
Kemudian jumlah volume bongkar barang juga turun 3,43 persen, namun volume muat barang naik sebesar 0,56 persen. Jumlah penumpang mengalami kenaikan 0,44 persen dari 24.739 orang Oktober 2021 menjadi 24.848 orang di November 2021.
"Kenaikan ini berasal dari jumlah penumpang datang naik 9,31 persen dan jumlah penumpang berangkat turun 7,57 persen," jelasnya.
Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, frekuensi kunjungan kapal di Kalteng selama November 2021 mengalami penurunan sebesar 7,91 persen, yaitu dari 721 kunjungan menjadi 664 kunjungan.
Untuk jumlah aktivitas penumpang selama 2021 cukup berfluktuasi. Jumlah penumpang selama November 2021 mencapai 24.848 orang atau naik 31,93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah penumpang yang datang mengalami kenaikan sebesar 24,63 persen dan berangkat naik 40,73 persen. Sementara volume arus barang juga mengalami peningkatan 9,81 persen. Kenaikan ini berasal dari volume bongkar barang yang naik 52,61 persen sedangkan volume muat barang turun 1,54 persen.
--page
Pelabuhan Kumai dan Sampit masih mendominasi layanan angkutan laut untuk penumpang dan barang di Kalteng. Selama November 2021, dari 24.848 penumpang yang datang dan berangkat, sebanyak 76,46 persen melalui Pelabuhan Kumai dan 23,54 persen melalui Pelabuhan Sampit.
Sedangkan volume arus barang yang mencapai 1,54 juta ton, terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit 63,07 persen dan Kumai 24,39 persen. (DONNY D/B-11)









