BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Kalimantan Tengah (TP-PKK Kalteng) Ivo Sugianto Sabran menyampaikan ada berbagai dampak negatif pernikahan anak usia dini.
"Perkawinan anak usia dini memiliki dampak antara lain stunting, tingginya angka kematian ibu dan bayi, tingginya angka putus sekolah," sebut Ivo seperti dikuti dari MMC Kalteng, Jumat 7 Januari 2022.
Selain itu perkawinan usia dini juga bisa mendorong tingginya angka pekerja anak yang rentan diberi upah rendah sehingga turut meningkatkan angka kemiskinan serta dampak lainnya.
Perkawinan anak merupakan bentuk pelanggaran hak anak yang memiliki banyak dampak negatif dan sangat berbahaya tidak hanya bagi anak, keluarga, tapi juga negara.
Perempuan yang menikah di usia anak juga memiliki risiko kematian lebih tinggi akibat komplikasi saat kehamilan dan melahirkan dibandingkan dengan perempuan dewasa.
--page
"Karena kondisi tertentu anak memiliki kerentanan lebih besar dalam mengakses pendidikan, kesehatan, sehingga berpotensi melanggengkan kemiskinan antargenerasi, serta memiliki potensi besar mengalami kekerasan," tandasnya. (HERMAWAN DP/B-11)








