PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Secara bertahap Perseroan telah memperoleh sertifikat Indonesian Sustainability Palm Oil atau ISPO. Sampai saat ini PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS telah mengantongi 2 sertifikat ISPO untuk perkebunan sawit PT Sawit Multi Utama atau SMU dan PT Tanjung Sawit Abadi atau TSA.

"Sementara pada November 2021, dua kebun lainnya telah dilakukan audit sertifikasi tahap 1 yakni PT Menteng Kencana Mas atau MKM dan PT Mirza Pratama Putra atau MPP," kata Head of Sustainability, Henky Satrio W usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB Perseroan, Jumat 7 Januari 2022.

Henky menambahkan pencapaian ini sebagai bentuk komitmen perusahaan mendukung program pemerintah dalam percepatan implementasi ISPO, serta memastikan tata kelola industri kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Dalam waktu dekat MPP dan MKM akan audit sertifikasi stage ke-2 pada Februari mendatang. Jika tidak ada hambatan, dua kebun tersebut dapatkan sertifkat ISPO di semester 1 tahun 2022," bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Henky menambahkan tiga kebun lainnya PT Sawit Sumbermas Sarana (SSS), PT Mitra Mendawai Sejati (MMS) dan PT Kalimantan Sawit Abadi (KSA) sedang dalam tahap persiapan sertifikasi.

"Saat ini rencana tiga kebun lainnya dalam proses pemenuhan kecukupan dokumen auditstage 1. Targetnya, seluruh unit bisnis dapat di audit sertifikasi ISPO 2022," ungkapnya.

--page

Pencapaian saat ini semakin menguatkan komitmen SSMS dalam meningkatkan mutu dan keberlanjutan usaha dengan tetap mengedepankan 3 pilar prinsip keberlanjutan, yaitu: Profit, People dan Planet.

Ke depannya SSMS akan terus mengembangkan upaya-upaya yang memiliki dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan. (TESTI PRISCILLA/B-11)