PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sesuai target perubahan kearah yang lebih baik, Citra Borneo Indah (CBI) Group saat ini telah melakukan re-organized atau penataan ulang diberbagai lini unit usaha dengan menempatkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih expert atau kompeten dibidangnya.

Chief Executive Officer (CEO) Citra Borneo Indah (CBI) Group Vallauthan Subraminam, Jumat 7 Januari 2022 mengatakan hal ini merupakan tindaklanjut komitmen baru untuk meninggalkan cara dan mental kerja lama.

"Tentunya kita harus mengikuti kondisi global yang semakin kompetitif. Kita tidak mungkin menggunakan cara lama untuk mendapat hasil yang baru, efisien dan maksimal," jelasnya.

Vallauthan menjelaskan dengan memperbaiki hal yang dianggap masih kurang, maka efisiensi dalam setiap pekerjaan akan diwujudkan.

"Sehingga output dari perusahaan bisa berkompetisi dipasaran. Untuk mencapai hal itu, kita akan temlatkan orang yang mahir atau expert dalam bidangnya. Bisa dilihat saat ini. Dalam CBI Group sudah ditempatkan berbagai ahli yang menjadi penanggung jawab," jelasnya.

Karena dia sendiri tentunya tidak bisa bekerja selama 8 jam untuk mendapatkan hasil 3 sampai 4 kali dari target yang ingin dicapai 

"Bila dipaksakan maka hasilnya tidak maksimal. Dengan memberdayakan SDM yang berkompeten atau expert bisa bekerjasama dengan CBI Group. Kemudian diberikan tanggungjawab serta guideline. Supaya individu tersebut bisa bekerja sesuai yang diharapkan guna mencapai pertumbuhan perusahaan menjadi lebih cepat serta memberikan tambahan revenue, keuntungan dan sebagainya,"jelasnya.

Vallauthan mengatakan tanpa adabya keuntungan di mana-mana dari bidang usaha yang dilakukan, maka perusahan juga tidak bisa memberikan manfaat pada daerah meski dengan cara CSR.

"Sekarang kami sudah maksimalkan segala hal. Terlebih saat ini kita sudah memiliki downstream, untuk memproduksi produk turunan dari kelapa sawit diantarabya olein, sterin dan lainnya. Produk CPO juga bisa dikonversi jadi produk lain tapi itu belum cukup. Karena produk turunan berupa Olein dan Stearin masih bersifat bahan mentah," jelasnya.

--page

Vallauthan mengatakan dari produk tersebut juga masih bisa ditambahkan nilai atau value-nya. "Karena itulah saat ini kita sedang pelajari beberapa hal untuk lebih menambah lagi nilai pada produk turunan dari kelapa sawit. Bisa berbentuk consumer produk contohnya Glyserin, Bio Diesel dan lainnya. Ini dipelajari sampai kita bisa menambah nilai produk dan membuat peluang kerja di daerah kita ini," jelasnya.

Dengan adanya pengembangan produk tersebut tujuannya agar daerah bisa terwujud untuk membuat berbagai produk turunan sawit yang memiliki penambahan nilai.

"Selain bisa membuat kebanggaan, bahwa di Kabupaten Kobar juga memiliki industri estate yang lengkap dengan hasil consumer produk yang lebih luas. Walau dalam perdagangan ada kenaikan dan penurunan. namun tidak ada impact atau akibat pada perusahaan cenderung stabil. Contohnya minyak makan dalam segi nilai dan harga lebih stabil. Tujuan utama dalam hal ini agar dasar perusahaan bisa menjadi lebih kokoh lagi," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)