BORNEONEWS, Tamiang Layang - Seorang wanita pengendara sepeda motor jenis matic dari arah dalam Kota Tamiang Layang mengalami kecelakaan tunggal saat menanjak Jembatan Baruh Pinang di RT 01 Kelurahan Tamiang Layang, sekitar pukul 18.23 WIB, Sabtu, 8 Januari 2022.
Koordinator Kebencanaan Relawan Matabu Jaya, Ahmad Khomari yang menolong korban saat kecelakaan mengatakan, kejadian seperti itu sering terjadi selama beberapa bulan terakhir karena lampu jalan padam dan kondisi jalan yang tidak mulus.
"Kan saat kita mau naik jembatan itu ada batas jembatan itu ada aspal yang seperti gundukan batu kecil sehingga korban kehilangan keseimbangan dan terpental sekitar 10 meter," kata Khomaru menjelaskan kondisi jalan.
Karena kondisi gelap, korban diduga tidak melihat bagian jalan yang tidak rata sehingga kurang berhati-hati, akibatnya korban mengalami luka lecet dan helmnya pecah karena benturan pada tiang pembatas jembatan.
"Kami tadi memberikan pertolongan pertama dengan mengobati lukanya namun korban tidak mau diantar ke rumah sakit, jadi kami dampingi untuk pulang ke rumah di Jalan Patianom," imbuhnya.
Khomaru yang rumahnya terletak dekat jembatan Baruh Pinang, mengaku dalam beberapa bulan terakhir sering terjadi kecelakaan di tempat yang sama, dia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat memperhatikan kondisi penerangan di tempat yang rawan terjadi lakalantas tersebut.
--page
"Untung tidak ada kendaraan lain yang melintas tadi sehingga korban tidak mengalami kondisi yang lebih parah, padahal jam segitu biasanya truk lewat. Tadi kami juga sempat berhentikan kendaraan dari dua arah saat menolong korban," lanjutnya. (BOLE MALO/B-11)









