BORNEONEWS, Tamiang Layang - Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Barito Timur, Kariato mengajak semua pihak untuk mendukung perubahan jadwal pasar mingguan di Pasar Beringin Ampah maupun peniadaan jadwal pasar mingguan di Pasar Temenggoeng Djaja Karti Tamiang Layang.
"Sesuai dengan rencana pemerintah daerah sejak tanggal 3 Januari sudah tidak ada pasar mingguan di Pasar Tamiang Layang, Senin lalu memang masih ada yang berjualan dan kami sudah mengingatkan, terpaksa hari ini kami menertibkan," ujar Kariato di sela penertiban pedagang yang berjualan di luar lapak atau kios Pasar Tamiang Layang oleh petugas gabungan Disdagkop UKM, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, Senin, 10 Januari 2022.
Dia menjelaskan, pada umumnya pedagang telah menyetujui keputusan peniadaan jadwal pasar mingguan di Pasar Tamiang Layang, bahkan kesepakatan sudah dibuat sejak tahun 2020 namun penerapannya tertunda karena pandemi covid-19.
Itu sebabnya Kariato mengimbau oknum yang tidak berkepentingan secara langsung dengan perubahan jadwal pasar agar tidak memprovokasi masyarakat khususnya pedagang sehingga menolak keputusan pemerintah tersebut.
"Pada kesempatan ini saya mohon dukungan dari semua masyarakat Barito Timur, tokoh masyarakat, LSM maupun wakil rakyat agar mendukung keputusan pemerintah daerah ini, karena kami yakin bahwa keputusan ini untuk kebaikan seluruh masyarakat Barito Timur," pintanya.
--page
Terkait ritual adat yang yang belum dilakukan atas perubahan jadwal pasar tersebut, dia memastikan bahwa semua sudah direncanakan oleh pemerintah daerah.
"Pada saatnya nanti, beberapa bulan setelah berjalan sebagaimana mestinya kita akan melaksanakan ritual adat untuk perubahan jadwal pasar tersebut, kita akan mengundang semua tokoh adat, tokoh agama dan ormas adat dalam ritual itu nanti," janji Kariato.
Senada dengan Kariato, Plt Kasatpol PP Ari Panan P Lele mengingat pihak-pihak yang memprovokasi pedagang agar tetap membuka lapak pasar mingguan di Tamiang Layang dan tetap berjualan pada hari Jumat di Pasar Ampah, agar menghentikan hasutan tersebut.
"Kasihan kalau memprovokasi pedagang untuk tetap berjualan tapi akhirnya kita tetap menertibkan, jangan sampai nanti malah orang yang memprovokasi menjadi sasaran kemarahan warga yang merasa tertipu," pesannya. (BOLE MALO/B-7)









