TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS tingkat SMA sederajat di Kabupaten Barito Timur menggelar rapat terkait pemberlakuan pembelajaran tatap muka atau PTM 100 persen yang resmi dimulai hari ini, Senin, 10 Januari 2021.

Ketua MKKS SMA Barito Timur, Khoirul Anam mengungkapkan, sesuai surat Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, maka PTM 100 persen atau pembelajaran tatap muka dengan kapasitas penuh dapat dilaksanakan oleh SMA sederajat dan SLB di Barito Timur setiap hari.

"Namun waktu belajar paling banyak hanya 6 jam pelajaran setiap hari," ungkap Khoirul Anam usai rapat MKKS di SMA Negeri 1 Tamiang Layang.

Dalam PTM 100 persen ini satuan pendidikan wajib menyediakan alat pengukur suhu tubuh, sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir serta
cairan pembersih tangan atau hand sanitizer dan disinfektan.

"Satuan pendidikan juga ditekankan untuk membuat imbauan penerapan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas) dalam bentuk spanduk, banner, baliho, poster, stiker dan lain-lain," imbuh Anam.

--page

Kepala SMA Negeri 1 Benua Lima ini menambahkan, setiap sekolah diwajibkan membentuk satgas penanganan covid-19 melalui penetapan surat keputusan (SK) kepala sekolah serta dapat melibatkan orang tua atau wali peserta didik dan masyarakat sekitar dengan komposisi tim pembelajaran, psikososial dan tata ruang, kemudian tim kesehatan, kebersihan dan keamanan serta tim pelatihan dan humas.

"Durasi setiap jam pelajaran dihitung 45 menit dengan waktu istirahat yang diatur secara bergantian tiap tingkat agar tidak terjadi kerumunan atau dapat dilakukan secara bersamaan namun peserta didik tetap berada di dalam ruang kelas," jelas Anam. (BOLE MALO/B-7)