BORNEONEWS, Tamiang Layang - Meski curah hujan yang mengguyur Kota Tamiang Layang, Kamis 13 Januari 2022 pagi tidak begitu lebat, namun di Jalan Nansarunai depan Apotik Hafis terjadi luapan air yang menyeberangi jalan karena drainase yang tidak berfungsi.
Kondisi ini cukup mengganggu bagi pemilik usaha di sekitar situ maupun pengguna jalan yang mengendarai sepeda motor, padahal pelebaran jalan dan pembuatan drainase baru diselesaikan pada bulan Desember 2021 dan saat ini dalam masa pemeliharaan.
Wakil Ketua II DPRD Barito Timur, Depe yang melintas di jalan tersebut saat air meluap meminta dinas terkait agar mengevaluasi dengan baik kualitas dan fungsi drainase yang baru dibangun itu.
"Tujuan utama pelebaran jalan dan pembuatan drainase di Jalan Nansarunai adalah untuk menunjang kelayakan hidup di perkotaan, kalau justru menimbulkan masalah baru jadi sia-sia anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan," ujarnya.
Dia menjelaskan drainase atau parit dibangun untuk mencegah banjir dengan mengendalikan kelebihan air pasca hujan, mengalirkan air ke saluran yang lebih besar seperti sungai hingga mengeringkan wilayah kota yang tergenang supaya sarana dan prasarana tetap terpelihara.
"Tapi kalau tujuan itu tidak tercapai berarti ada yang salah dengan pembangunan itu dan harus dievaluasi dan diperbaiki sebelum menimbulkan masalah lain yang lebih besar," pesannya. (BOLE MALO/B-6)









