TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Paju Epat Kabupaten Barito Timur mencoba pengaplikasian alat penyiraman otomatis untuk tanaman hortikultura pada kelompok tani binaan.

"Kami sekarang sedang melakukan pendampingan pada Kelompok Tani Sabar Subur untuk mencoba penyiraman otomatis yang dilengkapi sensor suhu dan kelembaban," ujar Koordinator BPP Paju Epat, Lukmanul Chakim, Sabtu, 15 Januari 2022.

Sistem yang dikembangkan pada alat tersebut menghasilkan keluaran berupa durasi waktu penyiraman dalam empat kriteria yaitu sangat cepat, cepat, sedang dan lama.

Alat penyiraman itu juga dilengkapi sprinkler yang bekerja dengan sistem overhead irrigation, yakni dengan menyemburkan air dari bawah ke atas sehingga mampu menyirami seluruh tanaman yang ada di lahan secara merata dalam waktu singkat.

"Selama ini petani melakukan penyiraman tanaman hortikultura secara konvensional. Dengan perkembangan teknologi serta demi meningkatkan produktivitas petani maka kami mulai mencoba penggunaan alat penyiraman otomatis dengan sistem kontrol berbasis logika fuzzy atau kecerdasan buatan yang meniru kecerdasan manusia," ungkap Lukmanul.

--page


Penggunaan alat penyiraman otomatis tersebut diujicobakan pada tanaman terong ungu yang dikembangkan Kelompok Tani Sumber Subur.

Dia berharap pengaplikasian alat penyiraman otomatis tersebut dapat memudahkan petani dalam mengembangkan budidaya pertanian dengan baik sehingga kesejahteraan petani meningkat.

"Ini merupakan bentuk implementasi BPP Kostratani sebagai pusat pembelajaran dan BPP Kostratani sebagai pusat pembangunan pertanian di Kecamatan Paju Epat, mudah-mudahan penggunaan teknologi penyiraman ini dapat ditiru oleh kelompok tani yang lain," tandas Lukmanul. (BOLE MALO/B-7)