BORNEONEWS, Sampit - Nelayan dan masyarakat pesisir di wilayah Selatan Kotawaringin Timur hendaknya selalu waspada. Pasalnya, gelombang tinggi di perairan Laut Jawa bisa terjadi kapan saja.
Prakiraan gelombang untuk 16 Januari hingga 24 jam ke depan kondisi perairan di Kalimantan Tengah bagian timur kondisinya hujan lebat, dengan ketinggian gelombang berkisar antara 1 meter hingga 2, 3 meter.
Kepala Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya menyampaikan kondisi gelombang tinggi bisa terjadi kapan saja.
"Adanya gelombang tinggi itu bisa terjadi kapan saja, tergantung dinamika atmosfer," ujar Musuhanaya, Minggu (16/1).
Dari prakiraan cuaca BMKG berlaku 24 jam mulai 16 Januari 2022 pukul 07.00 WIB, diprediksi terjadi hujan dengan intensitas sedang di perairan Kalteng bagian Timur. Hal ini menyebabkan tingginya gelombang laut diperairan tersebut.
"Gelombang tinggi dapat disebabkan karena kondisi cuaca di Laut Jawa, adanya perlambatan massa udara dan angin kencang," terangnya.
Namun menurutnya prakiraan cuaca hujan lebat yang terjadi di perairan Kalteng bagian Timur tidak berpengaruh terhadap tingginya gelombang di Laut Jawa.
"Kalau terjadinya di laut Kalteng, dominan tidak berpengaruh, tinggal dilihat kondisi prakiraan gelombang laut Jawa-nya," terangnya.
--page
Akan tetapi hal itu akan berpengaruh apabila prakiraan di Laut Jawa terjadi angin kencang. Maka kondisi tersebut akan mempengaruhi tinggi gelombang di laut tersebut.
"Jika prakiraan di Laut Jawa-nya angin kencang, baru akan ada pengaruhnya ke tinggi gelombang," terangnya.
Terkait tingginya gelombang BMKG mengingatkan kepada nelayan agar waspada gelombang tinggi dan mereka diimbau untuk mengutamakan keselamatan saat melaut. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









