KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Hansli Gonak siap melakukan pembinaan dan pendampingan untuk kegiatan pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di wilayah setempat.

"Agar keberadaan lumbung pangan masyarakat ini tidak sia-sia perlu dukungan dari berbagai pihak dan masyarakat," ujar Hansli, Senin 17 Januari 2022.

Ia menjelaskan bahwa ada lima wilayah yang menjadi lokasi pembangunan LPM. Daerah yang dimaksud yakni Desa Karason Raya Kecamatan Tewah, Desa Tumbang Korik Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Desa Karetau Sarian Kecamatan Damang Batu, Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat dan Desa Tumbang Samui Kecamatan Manuhing  Raya.

Hansli menjelaskan bahwa lokasi pembangunan LPM ini berada di daerah rentan rawan pangan sesuai data prioritas nasional dari Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) atau peta ketahanan dan kerentanan pangan Kabupaten Gunung Mas.

Lebih lanjut, Hansli menyebut bahwa nantinya kelembagaan LPM di wilayah Gunung Mas ini akan diperkuat.

--page

Ia berharap Lumbung Pangan Masyarakat yang memiliki kapasitas 30 - 60 ton ini bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat.

"Semoga pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat ini benar-benar membawa manfaat dan dampak yang baik bagi masyarakat sekitar sehingga terwujud ketahanan pangan masyarakat," tukasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Bupati Gunung Mas Jaya S Monong telah meresmikan secara simbolis lumbung pangan masyarakat (LPM), di Desa Tumbang Kuayan, Kecamatan Rungan Barat, Jumat 14 Januari 2022.

"Kabupaten Gunung Mas tahun 2021 mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Ketahanan Pangan untuk pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat di daerah rentan rawan pangan sebanyak 5 buah," ujar Jaya. (MAGANG 2/B-5)