BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus berupaya mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kobar. Untuk itu, pihaknya akan terus mengadakan penambahan unit Kontainer sampah.
Kepala DLH Kobar Fitriyana melalui Kabid PSLB3 Muhammad Suhendra menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus mengupayakan penanganan sampah di Kobar, meski ditengah keterbatasan sarpras yang ada saat ini.
"Pada Tahun 2021 kemarin, kebetulan dari dana DAK, kita mendapat 3 unit kontainer sampah dan 2 unit truk pengikutnya," kata Muhammad Suhendra saat ditemui di ruang kerjanya," pada Senin, 17 Januari 2022.
Lanjutnya, bahwa kedepan sejak 2023 DLH mengusulkan kontainer sampah hingga 2026. Untuk jumlahnya pertahun yaitu sebanyak 5 unit. Semoga keberadaan kontainer sampah ini betul - betul bisa mengatasi masalah sampah liar di Pangkalan Bun khususnya.
Ia mengungkapkan, bahwa keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) di Kobar ini jumlahnya terbatas. Bahkan, ada beberapa titik TPS yang warga sekitar meminta agar dibongkar, sebab tidak tahan dengan bau dan kondisinya terkesan kumuh.
--page
"Tentu ini dilema buat kami, kalau TPS dibongkar maka masalah baru akan muncul, yaitu meningkatnya sampah liar," tuturnya.
Ia menambahkan, bahwa selama ini upaya - upaya penanganan sampah sudah dilakukan secara maksimal. Namun, terkait sampah liar diakuinya memang sulit diatasi, sebab hal tersebut merupakan kebiasaan masyarakat. Sehingga memang harus muncul kesadaran dari diri masyarakat tersebut.
"Kita sudah pasang spanduk, sosialisasi dan koordinasi dengan tokoh masyarakat, Ketua RT lurah dan lainnya, namun kebiasaan buang sampah sembarangan masih saja terjadi," ungkapnya.
Ia berharap, masyarakat yang kebiasaan buang sampah sembarangan agar tidak mengulanginya lagi. Mari jaga lingkungan, untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. (DANANG/B-5)









