BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor sangat prihatin adanya seorang guru SMP di Kecamatan Cempaga, yang tertangkap karena terlibat kasus narkoba.
"Kami tetap praduga tidak bersalah, namun adanya guru yang ditangkap terkait narkoba, saya sangat prihatin. Apalagi dia seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS)," ujarnya, Selasa 18 Januari 2021.
Keprihatinannya ini bukan tanpa sebab, karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang harus digugu dan ditiru. Karena mereka menjadi panutan, yang bisa membimbing dan mendidik budi pekerti serta moral anak bangsa.
"Saya harap ini menjadi yang pertama dan yang terakhir. Jangan sampai ada guru lainnya yang juga terlibat dalam kasus narkoba," katanya.
Dia berharap apa yang sudah terjadi terhadap guru ini merupakan sebuah kehilafan. Sehingga, kedepannya bisa menjadi pembelajaran bagi yang bersangkutan, agar tidak kembali mengulangi perbuatannya tersebut.
Sementara itu guru SMP yang diringkus polisi berinisial DS alias Susi (46) yang bertugas di salah satu SMP di Kecamatan Cempaga, Kotim.
--page
Polisi menangkap perempuan tersebut pada saat hendak melakukan transaksi di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Dari tangannya, aparat menyita barang bukti berupa 7 paket sabu, dengan berat 33,55 gram. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









