BORNEONEWS, Tamiang Layang - Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Barito Timur, Tius Sulle Bani mengingatkan orang tua agar tidak mudah percaya informasi menyesatkan tentang vaksinasi anak yang banyak beredar di media sosial saat ini.
Pesan ini disampaikan Tius ketika mendampingi Wakil Bupati Barito Timur, Habib Said Abdul Saleh saat meninjau kegiatan vaksinasi di Madrasah Ibtidaiyah Al-Fitrah Tamiang Layang dan SDN 4 Jaar, Rabu, 19 Januari 2022.
"Ini (vaksinasi anak usia 6-11) tujuannya untuk melindungi generasi kita yang kelak akan menjadi penerus bangsa. Orang tua tidak perlu khawatir meski saat ini banyak tersebar informasi yang menyesatkan di media sosial yang menimbulkan kekhawatiran di masyarakat," kata Tius.
Dia menjelaskan saat pemerintah menetapkan target vaksinasi, semua sudah melalui tahapan yang panjang untuk memastikan keamanan bagi kelompok usia yang akan menerima vaksin.
Karena itu, Tius berharap pelaksanaan vaksinasi anak yang ditargetkan selesai akhir Februari 2022 dengan cakupan 10.000 anak dapat berjalan dengan lancar karena hal ini berkaitan dengan upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran varian-varian covid-19 yang baru seperti Omicron.
Dia mengungkapkan, sejak vaksinasi anak dimulai pada 6 Februari 2022, belum ditemukan anak yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI. Meski demikian minta setiap orang tua selalu mendampingi anak saat vaksinasi serta terbuka terkait riwayat penyakit anak saat dilakukan skrining.
--page
"Jadi kalau ada anak yang menderita penyakit tertentu dan tidak memenuhi syarat untuk vaksinasi maka kita akan tunda vaksinasinya, jangan dipaksakan kalau kondisi fisik anak tidak memungkinkan untuk divaksinasi," lanjutnya. (BOLE MALO/B-6)









