BORNEONEWS, Sampit - Pengurus Pasar Mangkikit diminta Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor untuk mendata pedagang yang terlanjur setor untuk uang kios. Namun dalam pelaksanaannya saat ini pengurus mengaku mengalami sejumlah kendala untuk mengumpulkan data pedagang.
"Pedagang seakan tertutup. Sepertinya mereka malu karena sebelumnya tidak menuruti saran kami. Kami menyarankan jangan sampai ada pedagang yang setor sebelum pasar jadi, tapi nyatanya mereka ada yang setoran ratusan juta," ungkap Ketua Pasar Mangkikit, Ahmad Soleh, Rabu, 19 Januari 2022.
Saat ini sejumlah pedagang masih ada yang enggan dan mau melaporkan jumlah nominal yang telah disetorkan dan memperlihatkan bukti pembayaran.
"Makanya kami imbau, sudahlah tidak usah takut dan malu, terbuka saja dengan pengurus. Laporkan kepada kami, sertakan bukti pembayaran. Sehingga kami bisa mendata dan ada bahan untuk mempertanyakan kembali ke pemerintah daerah soal uang yang sudah disetorkan ini," imbau Soleh.
Sebelumnya, Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, saat ditanya wartawan menjelaskan bahwa pihaknya belum mengambil alih pembangunan Pasar Mangkikit. Saat ini pembangunan masih tanggung jawab pihak ketiga yakni PT. Herald Eranio Jaya.
--page
Halikinnor juga mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan audit terhadap proyek pembangunan pasar yang biasa disebut pasar subuh itu. Baru selanjutnya berani mengambil alih pembangunan bila hasil audit menunjukan tidak ada masalah dan aman secara hukum. (USAY NOR RAHMAD/B-5)









