BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemprov Kalimantan Tengah menurunkan bantuan berupa serum konvalesen sebanyak 1.000 dosis, formades 20 liter, vitamin dan hand sprayer untuk pencegahan penularan virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi di Kabupaten Barito Timur.
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran berharap melalui bantuan tersebut pencegahan penularan demam babi di Barito Timur dan secara umum di Kalteng dapat dilakukan maksimal oleh dinas terkait sehingga dapat menekan angka kematian babi akibat penyakit tersebut.
"Dengan penanganan yang cepat dan akurat diharapkan penularan virus ASF dapat cepat tertangani di Bumi Tambun Bungai ini," kata Gubernur, Kamis, 20 Januari 2022.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan atau TPHP Kalteng, Riza Rahmadi menjelaskan virus ASF adalah virus yang sangat berbahaya bagi babi karena tingkat mortalitas atau kematian mencapai 100 persen pada babi yang tertular penyakit tersebut.
"Untuk seluruh Kalteng virus ASF telah menyebabkan kematian sekitar 2.000 ekor babi yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, Katingan, Pulang Pisau, Murung Raya dan Kabupaten Gunung Mas dengan total kerugian sekitar mencapai Rp 3 milyar," ungkap Riza.
Menurutnya, selain dari menurunkan bantuan untuk pencegahan demam babi, Dinas TPHP juga mengambil sampel darah babi dan swab lingkungan guna diperiksa dengan metode PCR di laboratorium untuk peneguhan diagnosa virus ASF pada babi yg terduga terpapar virus ASF di wilayah Barito Timur.
--page
Riza juga berharap pemerintah kabupaten membuat surat edaran bupati tentang pengendalian virus ASF di wilayah tertular, membuat peta penyebaran penyakit, membangun komunikasi, informasi dan edukasi atau KIE tentang virus ASF dan cara pemberantasannya serta melakukan penutupan lalu lintas ternak di daerah tertular.
"Saya berharap dinas terkait di kabupaten juga melakukan profiling peternakan babi di daerah setempat, memperketat biosecurity dengan melakukan desain disinfeksi kandang babi sampai radius 15 kilometer, melakukan penyuntikan serum konvalesen di radius 3-10 kilometer dari kejadian penularan terluar serta, melakukan surveilance dan monitoring berkelanjutan virus ASF," tandasnya. (BOLE MALO/B-6)









