BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur mulai melakukan penanggulangan dan pemberantasan African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika yang mulai mewabah di daerah setempat.
"Kami sudah melakukan penyuntikan serum konvalensen ASF pada ternak babi dan penyemprotan desinfektan ke kandang, peralatan makan minum dan lingkungan rumah di Dusun Peho Desa Wungkur Nanakan, Desa Tangkan, Desa Ampari, Desa Apar Batu dan Desa Pianggu Kecamatan Awang," ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur, Mishael, Kamis, 20 Januari 2022.
Kasus demam babi mulai terdeteksi di Barito Timur setelah terjadi banyak kematian ternak babi di Desa Tangkan dan Desa Ampari dengan gejala demam tinggi, kemerahan pada kulit terutama moncong dan telinga, sesak nafas, nafsu makan hilang, kejang-kejang dan pada akhirnya mengalami kematian.
Selain melakukan penyuntikan serum konvalensen ASF pada ternak babi dan penyemprotan desinfektan ke kandang, peralatan makan minum dan lingkungan rumah, dinas perikanan dan peternakan juga agar peternak babi lebih memperhatikan kebersihan ternak babi, kandang dan kebersihan lingkungan.
Mishael berharap peternak babi melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri di sekitar kandang dan lingkungan rumah masing-masing atau dibantu dari anggaran desa masing-masing.
--page
"Peternak juga dilarang menjual babi yang sakit atau daging babi yang sakit dan segera membakar dan mengubur babi yang mati karena demam babi. Selain itu pemerintah desa harus menutup lalu lintas ternak babi pada desa-desa yang sudah terjangkit virus ASF," tandasnya. (BOLE MALO/B-7)









