BORNEONEWS, Palangka Raya - Kementerian Investasi melalui Bidang Kerjasama Penanaman Modal atau BKPM mengungkapkan investasi di Tanah Air tetap menarik kendati tengah menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan BKPM disebut sukses menyeimbangkan komposisi investasi di Indonesia.
"Buktinya pada saat pandemi berlangsung di tahun 2020, Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi yang melampaui target. Bukan cuma itu, pihaknya bahkan berhasil menyeimbangkan komposisi investasi di Indonesia," kata Deputi BKPM Kementerian Investasi, Riyatno.
Melalui rilis yang disampaikan kepada Borneonews, Selasa, 25 Januari 2022, Riyatno menyebutkan perkembangan realisasi investasi menurutnya mencapai Rp826,3 triliun di 2020. Ini mencapai 101,1% dari target Rp817,2 triliun.
"Yang menarik, di sini Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN menunjukkan keseimbangan dengan Penanaman Modal Asing atau PMA. Berdasarkan data kami, PMDN mencapai 50,1% atau Rp413,5 triliun, sedangkan PMA 49,9% atau Rp412,8 triliun," ujarnya.
Yang lebih menariknya lagi, lanjut dia, investasi di luar pulau Jawa telah melebihi investasi di pulau Jawa yaitu 50,5%. Sedangkan investasi di pulau Jawa porsinya 49,5%.
"Ini sesuatu hal yang luar biasa karena selama atau sebelum ada Kementerian Investasi umumnya PMA lebih tinggi dari PMDN, sedangkan investasi juga kebanyakan di Jawa," imbuhnya.
Tak beda jauh, pada tahun 2021 realisasi investasi dari Januari hingga September 2021 sudah mencapai 73,3% atau Rp659,4 triliun dari target Rp900 triliun, dan ini lagi-lagi menunjukkan perkembangan yang menarik dimana PMA dan PMDN-nya tetap seimbang.
"PMA dan PMDN pada kisaran yang seimbang PMA 50,3% dan PMDN 49,7%. Realisasi antara Jawa dan luar Jawa masih menunjukkan hal positif Di mana di luar Jawa 51,7% dan Jawa 48,3%. Artinya ini sesuatu yang sangat baik supaya realisasi investasi ini seimbang bukan hanya di Jawa," katanya.
--page
Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari lima langkah BKPM dalam memfasilitasi investor. Pertama, melakukan promosi untuk meyakinkan investor bahwa RI ramah investasi. Langkah kedua, membantu layanan perizinan. Ketiga, membantu financial closing. Keempat, membantu sampai tahap produksi. dan terakhir, membantu layanan end to end kepada investor sampai investasi terealisasi. (TESTI PRISCILLA/B-11)









