PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai wujud menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Kalimantan III Pangkalan Bun, mereka tak mengenal lelah berjibaku untuk menjaga alam dari amukan api.

Asnori dengan sigapnya langsung menceburkan diri ke sungai, untuk menyeberangkan beberapa gulungan selang yang di bawa di pundaknya tanpa rasa takut.

Dia dan beberapa rekanya melakukan itu untuk bisa mencapai lokasi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di seberang sungai, di Desa/Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis 27 Januari 2022.

Asnori menjelaskan karena tidak ada pilihan lain untuk mencapai lokasi kejadian, maka mereka harus menyebrangi sungai dengan cara berenang untuk mobilisasi peralatan, melewati gambut dan lumpur yang tidak mudah untuk dilewati dengan cara berjalan kaki. Berbagai kendala yang dihadapi dilapangan sudah menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

"Ini sudah menjadi tanggung jawab dan tugas kami dalam pengendalian karhutla, maka apapun risikonya harus kami hadapi, tentunya juga dengan mengutamakan keselamatan setiap anggota. Berbagai kendala yang dihadapi dilapangan itu pasti ada, namun itu semua menjadi tantangan tersendiri bagi kami," ujarnya kepada Borneonews, Jumat 28 Januari 2022.

Asnori menambahkan sungai yang dilewati cukup lebar untuk ukuran dewasa dengan ukuran lebar Kurang lebih 6 meter, dalam 1,5 meter. Kemudian mereka harus menggelar selang sebanyak 6 Rol atau 180 meter untuk mencapai kepala api dari sumber air.

Sementara itu kepala Manggala Agni Daops Kalimantan III Pangkalan Bun, Binsar Oktavianus Togatorop mengatakan hujan yang tidak turun beberapa hari ini tentunya menjadi kewaspadaan dan antisipasi kita bersama dalam upaya pengendalian karhutla.

--page

"Selama Januari 2022 kami telah melakukan pemadaman karhutla sebanyak 6 titik lokasi kejadian yang tersebar di 3 kabupaten di wilayah kerja kami tentunya ini juga akan menjadi PR kami bersama untuk terus meningkatkan upaya pencegahan," ungkapnya.

Binsar melanjutkan saat ini semua anggota Manggala Agni baik yang berada di markas maupun di pondok kerja dalam status siaga melihat kondisi yang saat ini mulai tidak turun hujan ini diberlakukan hingga kondisi kembali turun hujan. (DANANG/B-6)