BORNEONEWS, Sampit - Gangguan satwa liar kembali terjadi di Sampit, Kotawaringin Timur. Kali ini, seekor ular muncul di sekitar rumah warga di Jalan Kopi, Gang Pelantan, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Kejadian ini dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur, Senin, 31 Januari 2022. Sundariah, pelapor mengatakan, dirinya mendengar suara gaduh berasal dari kandang ayam di samping rumah.
"Mengetahui hal tersebut, pelapor berinisiatif untuk mencoba melihatnya dan ternyata ada seekor ular berukuran besar telah memangsa ayam peliharaan miliknya kemudian melarikan kabur masuk ke dalam semak belukar yang berada di belakang rumah," jelas Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Disdamkarmat Kotim, Hery Wahyudi, Selasa, 1 Februari 2022.
Pelapor pun lalu memberikan umpan seekor ayam, dengan maksud agar ular tersebut kembali datang. Namun upaya yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang ia diharapkan.
"Seekor ayam yang dijadikan umpan, bahkan dimangsanya kembali," ucap Hery.
--page
Pelapor pun menyerah dan akhirnya meminta pertolongan petugas Disdamkarmat Kotim. Mendapat laporan ini petugas Disdamkarmat Kotim pun bergerak ke lokasi pelapor.
Setiba di kediaman pelapor, petugas menanyakan terlebih dahulu keberadaan ular tersebut. Setelah mendapatkan informasi, petugas diarahkan menuju ke samping rumah dan langsung melakukan pencarian di lingkungan sekitar, namun seekor ular belum berhasil ditemukan.
"Asumsi kami, ular yang dimaksud oleh pihak pelapor adalah ular sanca batik atau Malayopython reticulatus yang telah melarikan kabur masuk ke dalam semak belukar. Sehingga menyulitkan petugas untuk menemukannya," katanya.
Karena ular belum diamankan, petugas pun meminta pelapor dan warga sekitar lokasi waspada. Apabila ular menampakan diri kembali diharapkan segera melaporkannya lagi, agar petugas segera bertindak. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









