SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Ary Dewar mengingatkan jangan sampai ada diskriminasi pelayanan kesehatan di Kotim.

Tidak terkecuali terhadap warga tidak mampu. Hal ini setelah dia mendapati pelayanan yang  ternyata asal-asalan kepada warga miskin di puskesmas Kecamatan Cempaga itu.

Dia berharap harus ada persamaaan persepsi dari tenaga kesehatan supaya bisa menterjemahkan keinginan Bupati Kotim, Halikinnor soal pelayanan kesehatan.

"Dahulukan jiwa kemanusiaan. Layani dulu karena ini menyangkut nyawa manusia. Urusan administrasi seperti KTP, kartu BPJS dan lainnya itu bisa saja menyusul. Kita jangan mencari pembenaran," kata Ary Dewar, Selasa, 1 Februari 2022.

Dia menegaskan hal itu tidak boleh terjadi karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah melayani seluruh warganya. 

Ary menilai seharusnya justru pelayanan diutamakan terhadap warga tidak mampu karena benar-benar sangat membutuhkan, sementara warga dari keluarga kaya mampu memilih fasilitas kesehatan manapun yang diinginkan, termasuk di fasilitas kesehatan swasta. 

Ary menyinggung laporan yang diterimanya yaitu adanya seorang perempuan yang sempat kebingungan mendapatkan pelayanan medis setelah melahirkan di puskesmas di Kecamatan Cempaga. 

--page

Dalam proses persalinan normal di puskesmas, bayi yang dilahirkan itu mengalami patah lengan. Hal itu diketahui saat bayi di-rontgen di RSUD dr Murjani Sampit. Pemeriksaan di rumah sakit itu atas inisiatif Ary dan keluarganya karena prihatin atas kondisi ibu dan bayi tersebut. 

Ia sangat menyesalkan tindakan puskesmas yang menurutnya tidak memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Untuk itu ia berharap kinerja seluruh puskesmas di Kotawaringin Timur ini dievaluasi untuk perbaikan dan peningkatan layanan. (NACO/B-11)