BORNEONEWS, Sampit - Keluarga pengemis yang berpenghasilan puluhan juta per bulan serta memiliki mobil di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur diusir oleh warga dari rumah kontrakannya.
Para pengemis ini tinggal di Gang Mustika, Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
"Keluarga tersebut terpaksa kami suruh pindah rumah, karena tingkah lakunya tidak membuat nyaman warga kami," ujar Ketua RT 36 Bustani Arifin, Rabu, 02 Januari 2022.
Keluarga pengemis yang memiliki 12 anak dan rata-rata anaknya mengemis di Sampit sempat viral usai diamankan Satpol PP Kotim.
Karena mereka memiliki mobil, dan dalam sebulan bisa menghasilkan uang dari mengemis sekitar Rp 30 juta. Hal itupun membuat warga geram dan meminta ketua RT untuk mengusirnya.
"Warga sini juga sudah cukup lama tidak suka dengan keluarga tersebut, karena tidak pernah tegur sapa dengan mereka," katanya.
Selain itu warga juga tidak senang dengan tingkah laku dari mereka. Karena sering buang air sembarang tempat, sehingga dikhawatirkan malah berdampak buruk terhadap anak-anak sekitar.
--page
Sementara keluarga tersebut tinggal di rumah sewaan sejak 5 bulan yang lalu, namun tidak pernah melapor kepada RT, sehingga saat itu pendataan dilakukan oleh ketua RT.
"Dari pendataan saya, kepala keluarga bekerja sebagai tukang pijat, sementara istrinya dukun beranak, namun setelah pendataan tersebut, kami tidak ada interaksi," kata Bustani. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









