PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng Susilawati menyampaikan untuk kawasan food estate Kalteng ada dua kelompok benih yang dikembangkan.

Pusat pertanian di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, menggunakan pengembangan kelompok benih hibrida dan inbrida. 

Khusus kelompok Inbrida sudah banyak mendapatkan bantuan massal dari pemerintah pusat, sedangkan hibrida, petani bergantung pada perusahaan penyedia untuk membelinya dengan harga yang relatif mahal. 

"Dari sisi produksi apabila dikawal dengan baik, benih hibrida akan mampu memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan inbrida," tutur Susi beberapa waktu lalu.

Menurutnya dari situlah pemerintah daerah melihat ketertarikan petani dengan benih hibrida namun terkendala harga yang tinggi, sehingga pemerintah daerah berupaya menekan harga dengan mencoba memproduksi benih hibrida.

Dia menuturkan rencana pengembangan bibit unggul hibrida sebagai tahap awal yang baru dilakukan. Sehingga pemilihan lokasi dan hal lainnya dilakukan dengan sangat hati-hati, sehingga nantinya memberikan hasil sesuai harapan bersama. (HERMAWAN DP/B-6)