SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Danrem 102 Panju Panjung Brigadir Jendral TNI Yudianto Putrajaya, mengapresiasi trobosan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) yang memprogramkan penyediaan excavator di setiap kecamatan, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

"Terobosan dari Bupati Kotim untuk menyiapkan excavator sangatlah baik, karena itu bisa mempermudah masyarakat untuk membuka lahan pertanian. Sehingga, menghilangkan upaya pembakaran saat membuka lahan," ujar Putrajaya, Kamis 3 Februari 2022.

Dirinya berharap, terobosan tersebut terus disosialisasikan ke masyarakat di daerah ini. Sehingga, mereka bisa mengetahui dan dapat memanfaatkan alat berat tersebut untuk antisipasi Karhutla. 

"Sosialisasi jadi hal utama, agar Karhutla tidak terjadi di Kotim kedepannya," kata Putrajaya. 

Selain itu, dirinya juga memuji kekompakan forkopimda di Kotim. Karena, meskipun saat ini curah hujan masih tinggi, namun segala antisipasi telah dilakukan untuk tidak terjadi kemunculan api. 

--page

Dirinya juga menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan terjadi bukan karena api muncul sendiri. Namun dampak dari manusia, baik sengaja atau tidak sengaja. 

"Hal itulah mengapa sosialisasi menjadi hal yang harus dilakukan. Agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan," terang Putrajaya. 

Dia berharap, masyarakat mengikuti arahan dari pemerintah daerah sebagai langkah agar tidak terjadi Karhutla di daerah ini. 

Hal tersebut disampaikan oleh dirinya, usai memimpin apel gelar personel dan materil latihan posko I dan posko II dalam rangka menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan. 

Apel tersebut digelar di Stadion 29 Nopember Sampit, yang diikuti TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta instansi terkait lainnya. 

Kegiatan tersebut juga dilakukan dengan meninjau kelengkapan dan peralatan pemadam kebakaran yang dilakukan oleh Danrem, didampingi Wakil Bupati Kotim Irawati, Ketua DPRD Kotim Rinie, Dandim 1015 Sampit, Kapolres Kotim, dan pejabat lainnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)