PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan ekspor Kalteng pada bulan Desember 2021 lalu mengalami kenaikan sebesar 9,04 persen.

Kenaikan itu yakni apabila dibandingkan dengan bulan November 2021 yang hanya senilai senilai US$ 324,39 juta. Sedangkan untuk nilai kenaikannya yaitu mencapai US$ 353.72 juta.

"Seluruh komoditas ekspor Kalimantan Tengah pada Desember 2021 merupakan barang non migas," kata Eko dalam rilisnya, Jumat, 4 Februari 2022.

Sementara itu, untuk total volume ekspor Kalteng di bulan Desember 2021 juga mengalami kenaikan sebesar 51,87 persen atau mencapi 820,18 ribu ton dibandingkan total volume ekspor di November 2021.

Adapun ekspor hasil tambang mempunyai kontribusi yang paling besar yakni sebesar 81,17 persen terhadap total ekspor Kalteng pada bulan Desember 2021.

Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil tambang mengalami peningkatan senilai US$ 28,65 juta atau 11,08 persen. Peningkatan ini karena disebabkan oleh meningkatnya ekspor komoditas batu bara, bijih Zirconium, bijih ilmenit, bauksit, bijih seng, dan bijih timbal.

Sedangkan nilai ekspor hasil industri pada Desember 2021 yakni sebesar US$ 64,46 juta dan berkontribusi sebesar 18,22 persen terhadap total ekspor Kalteng.

--page

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri mengalami penurunan senilai US$ 91,46 juta atau 2,21 persen. Komoditas ekspor yang mengalami penurunan itu diantaranya yakni fraksi cair dari refined palm oil (RPO), karet alam, dan titanium oksida.

Sementara untuk nilai ekspor sektor pertanian pada Desember 2021 mengalami peningkatan senilai US$ 2,14 juta dibandingkan dengan bulan November 2021. Peningkatan ini karena disebabkan oleh meningkatnya ekspor komoditas cangkang kernel kelapa sawit dan ikan hias air tawar. (DONNY D/B-11)