BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Desember 2021, ada berbagai komoditas yang diekspor Kalteng ke berbagai negara. Komoditas ekspor itu pun merupakan barang-barang non migas.
Melalui rilisnya, Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan komoditas utama yang diekspor selama Desember 2021, di antaranya yaitu batu bara dan lignit yang masuk pada kelompok bahan bakar mineral.
"Ada juga bijih zirconium, bijih ilmenit, bauksit, bijih seng, dan bijih timbal kelompok bijih logam terak, abu, RPO dan fraksi cairnya kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, serta kayu dan kayu lapis kelompok kayu dan barang dari kayu," bebernya, Jumat, 4 Februari 2022.
Diterangkan bahwa, jika dibanding bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor untuk semua golongan barang. Kecuali kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, karet dan barang dari karet, bahan kimia anorganik, serta beberapa komoditas yang tergolong dalam golongan barang lainnya.
Ekspor bijih logam, terak, dan abu mengalami peningkatan terbesar yakni senilai US$ 24,04 juta atau 88,48 persen. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabatiyaitu senilai US$ 2,74 juta atau 6,29 persen.
Apabila dibandingkan dengan kondisi bulan Desember 2020, nilai ekspor semua golongan barang pada Desember 2021 mengalami kenaikan, kecuali lemak dan minyak hewani/nabati, karet dan barang dari karet, ampas dan sisa industri makanan, serta beberapa komoditas yang tergolong dalam golongan barang lainnya.
Kemudian, komoditas bahan bakar mineral mengalami kenaikan terbesar yaitu senilai US$ 131,86 juta atau 126,73 persen, diikuti oleh komoditas bijih logam, terak, dan abu logam yang meningkat senilai US$ 39.98 juta atau 356,01 persen.
--page
Sementara itu, ekspor logam mulia dan perhiasan/permata mengalami penurunan terbesar senilai US$ 8.19 juta atau 100,00 persen. Dan Secara kumulatif, Januari-Desember 2021, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara senilai US$ 1.937,25 juta atau 62,45 persen dari total ekspor.
Komoditas lemak dan minyak hewani/nabati: bijih logam, terak, dan abu: karet dan barang dari karet: serta kayu dan barang dari kayu berkontribusi sebesar 30,01 persen.
Jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor seluruh komoditas mengalami kenaikan, kecuali komoditas belerang, batu dan semen. Kenaikan terbesar terjadi pada komoditas bahan bakar mineral yang meningkat senilai US$ 939,79 juta atau 94,22 persen. (DONNY D/B-11)









