BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kelompok pengrajin anyaman rotan di Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau masih mengalami kendala kenaikan harga bahan rotan.
Seperti yang dialami oleh salah satu dari Kelompok Pengrajin Anyaman Rotan Uwei Pambelom, sehingga mengakibatkan produksi menjadi melambat.
Tutie, Ketua Kelompok Pengrajin Anyaman Rotan Uwei Pambelom mengatakan saat ini bahan rotan sedang mengalami kenaikan dari yang sebelumnya mencapai 5 persen sekarang sudah 10 persen dari harga normal. Kenaikan tersebut diakibatkan permintaan pasar yang cukup tinggi.
"Jadi untuk saat ini kendalanya pasar semakin besar. Jadi produksinya melambat," ucap Tutie, Minggu 6 Februari 2022.
Meski bahan rotan sedang mengalami kenaikan dan membuat melemah dalam produktivitas untuk pemasaran penjualan masih bisa berjalan.
"Alhamdulillah dengan pemanfaatan sosial media sebagai sarana pemasaran dapat difungsikannya sehingga penjualannya lumayan naik juga karena kita juga open reseller," ujarnya.
--page
Karena kelompok ini masih menggunakan sosial media jual beli seperti Shopee dan Buka Lapak sebagai sarana penjualannya.
Menanggapi harga bahan rotan yang mengalami kenaikan, sehingga para pengrajin anyaman rotan banyak yang mengharapkan semoga harga bisa kembali normal. (MAGANG 3/B-6)









