BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama sepekan ini, terjadi penambahan konfirmasi Covid-19 yang cukup signifikan di Palangka Raya. Total tercatat 63 kasus positif, dengan 74 orang yang menjalani perawatan dan belum ada satupun yang dinyatakan sembuh.
Terkait ini, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani memberikan penjelasan. Ia mengatakan hasil tracing menunjukan bahwa pada awalnya kasus baru ini berasal dari transmisi luar daerah setelah kota setempat berada pada zona hijau selama 9 hari.
"Memang dari hasil tracing kami pekan lalu, rata-rata kasus Covid-19 dibawa oleh mereka usai melakukan perjalanan keluar daerah. Saat kembali, ternyata mereka turut menularkan kepada suami, istri, anak dan kerabatnya. Baik dilingkungan rumah ataupun tempat kerja," kata Emi, Senin 7 Februari 2022.
Sehingga saat ini, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Cantik telah menjadi transmisi lokal yang menyebar diantara satu individu ke individu lainnya yang berada dalam satu lingkup terdekat dari mereka yang terpapar Covid-19.
"Kita akui sebaran Covid-19 sangatlah cepat. Kontak-kontak erat ini perlahan menjadi orang yang positif terinfeksi Covid-19. Ini yang harus kita waspadai," ujarnya.
--page
Dalam melakukan tracing, tim juga mengalami hambatan. Misalnya penyusuran kontak erat, ada saja diantaranya yang tidak memiliki alamat yang jelas bahkan nomor kontak yang sudah tidak lagi aktif. Hal ini menyebabkan sulitnya melakukan tracing kemana saja dan kepada siapa saja pola sebaran Covid-19 telah terjadi.
"Sejauh ini, hal tersebutlah yang menjadi hambatan kami dalam menelusuri sejauh mana virus ini menyebar. Namun kami berusaha mengatasinya agar transmisi lokal ini tidak semakin meluas," pungkasnya. (HENDRI/B-7)









