PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - DPRD Kalimantan Tengah meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan aktivitas pengangkutan kayu bulat terkadang melebih kapasitas, dan perlunya pendataan secara baik serta optimal terhadap tenaga kerja asing di provinsi ini.

"Ada sejumlah titik jalan di provinsi ini mengalami kerusakan, dugaan kuat akibat pengangkutan kayu bulat yang melebihi kapasitas atau di atas 8 ton," kata Wakil Ketua DPRD Kalteng, Abdul Razak, Senin 7 Februari 2022.

Dia mengatakan saat ini pemerintah berupaya membangun jalan guna memperlancar arus transportasi di provinsi ini. Tapi sayangnya ada perusahaan kayu dalam pengangkutan kayu melebihi tonase yang berakibat terjadinya kerusakan jalan.

Dia mengingatkan sekaligus meminta perusahaan besar swasta (PBS), khususnya di sektor kayu dapat mematuhi aturan dan tidak mengangkut melebihi kapasitas. Sebab pengangkutan melebihi kapasitas itu membuat jalan rusak yang justru mengganggu aktivitas masyarakat.

"Kami bukan berarti melarang perusahaan melalui jalan yang telah dibangun. Terpenting itu harus memperhatikan ketentuan angkutan maksimal 8 ton atau di bawah itu," katanya.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Kalteng Artaban meminta agar keberadaan tenaga kerja asing yang ada di provinsi ini, terkhusus di Kabupaten Katingan, dapat ditata dengan baik dan optimal. 

Untuk itu dinas tenaga kerja yang memiliki kewenangan harus mengetahui keberadaan tenaga kerja asing yang sedang melakukan aktivitas pekerjaan dan memberikan laporan secara rutin.

--page

Dia mengakui tenaga kerja asing kewenangannya ada di provinsi, namun bukan berarti kabupaten/kota lepas tangan begitu saja. Sebab di tiap kabupaten/kota memiliki juga dinas yang bertugas mengurusi masalah tenaga kerja dan dapat dengan mudah berkomunikasi dengan perusahaan di wilayahnya.

"Disnakertrans harus memiliki dokumen terkait pekerjaannya apa, masa tinggal berapa lama. Nah ini semua tentu sesuai dengan visa yang mereka pegang. Kalau tidak punya dokumen, mungkin saja masa kerja atau tinggal sudah habis, tetapi kita tidak tahu," katanya.

ANTARA