PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya -Saat lonjakan kasus Covid-19 seperti sekarang, maka evaluasi harus dilakukan dengan cara mengurangi jam belajar di sekolah atau pengurangan jumlah siswa yang masuk.

Hal tersebut disampaikan Ketua Perhimpunan Ahli Epidemologi Indonesia (PAEI) Kalimantan Tengah (Kalteng) Rini Fortina.  "Masuk siswa ke sekolah itu harus bergantian dengan demikian kita mengurangi penularan dan jumlah virus yang beredar," ungkapnya, Selasa, 8 Febuari 2022

Rini Fortina, mengungkapkan sekolah harus setiap saat menyesuaikan kondisi lingkungan pendidikan. Tracing di lingkungan sekolah wajib dilakukan secara berkala. Untuk memastikan tidak adanya penyebaran Covid-19.

Kemudian tata cara protokol kesehatan di sekolah sebelum, saat pembelajaran dan setelah pembelajaran, harus diperhatikan. jangan sampai protokol kesehatan diabaikan harus tetap waspada.

Edukasi dan pendampingan lebih diaktifkan lagi. Bagaimanapun generasi muda tetap harus di persiapkan untuk masa depan negara. 

--page

"PTM yang dilaksanakan oleh pemerintah, pada saat kasus penyebaran kurang massif, sudah bagus. PTM memang harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan para siswa/siswi dalam menerima pendidikan," pungkasnya. (APRIANDO/B-5)