PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulang, melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH), Veronica Lenny P. Akan jadikan 4 desa yang ada di Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, sebagai Pilot Demplot Mangrove, Rabu 9 Februari 2022.

Hal tersebut dikarenakan kondisi hutan mangrove di pesisir laut di desa tersebut telah mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau. 

Kepala Bidang PPKLH, Veronica Lenny P mengungkapkan, untuk melakukan penanganan mangrove di pesisir pemerintah daerah sudah membuat MoU dengan Yayasan Eden Nusantara Hijau.

"Mereka sudah sudah turun ke lapangan untuk membuat pilot projek di 4 desa di 23 titik. Yakni di Desa Pasanan, Barunai, Pudak dan Kiapak. Di 4 desa itu dibuat demplot percontohan. Kalau hasilnya baik akan lakukan penanaman," ujar Veronica Lenny P.

"Pada tahun 2021 sudah bikin rancangan teknis (rantek) untuk pelaksanaan di 2022," ujarnya.

--page

Dia mengungkapkan, untuk saat ini mangrove yang sedang mengalami kerusakan yakni di Desa Cemantan, Kecamatan Kahayan Kuala.

"Kalau di Desa Hambawang dan Bakau masih bagus. Masih rata. Kalau diperlukan penanam, hanya penanaman baru," tutupnya. (MAGANG 3/B-5)