BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan, pemerintah daerah saat ini sedang memaksimalkan upaya pencegahan terjadinya stunting atau gagal tumbuh pada balita.
Sejauh ini memang masih belum terdapat kasus stunting. Namun langkah dan upaya antisipasi akan terus dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah munculnya kasus stunting.
"Kita tidak berbicara tinggi atau tidaknya kasus stunting, tapi bagaimana upaya pencegahannya. Jadi harus ada pergerakan pencegahan secara optimal karena kalau terjadi stunting artinya kita gagal dalam pencegahan," katanya, Kamis 10 Februari 2022.
Saat ini pihaknya telah melakukan program pencegahan berupa meningkatkan layanan kependudukan, pendampingan, deteksi dini, sosialisasi dan edukasi pencegahan dan penanganan stunting terhadap masyarakat.
Selain itu juga terus memaksimalkan peran kader dan sub kader keluarga berencana serta penyuluh, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyebab dan penanganan stunting serta peningkatan ketahanan keluarga.
--page
“Kami juga memperkuat pendampingan pasangan mau menikah, pasangan usia subur dan ibu hamil dan pasangan yang memiliki bayi di bawah dua tahun,” ucapnya.
Dia berharap, agar masyarakat dapat sadar akan pentingnya kesehatan ibu dan memperhatikan gizi sang anak, sehingga ke depan tidak ada anak-anak yang mengalami stunting. (HENDRI/B-6)









