BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran serius mendukung pengembangan food estate di Kalteng.
Tak hanya mengembangkan pertanian padi dengan hasil utama gabah dan beras, peternakan juga menjadi sektor yang dikembangkan terutama peternakan itik dengan omset besar.
Salah satunya seperti peternakan itik petelur Kelompok Tani Ruhui Rahayu Tahai Baru yang rata-rata dalam periode Juni 2021 sampai Januari 2022 mampu memproduksi 8.573 butir telur itik perbulan dari 500 ekor itik betina.
"Jadi food estate ini tidak hanya panen padi saja melainkan juga ternak itik dan lainnya, yang dikelola oleh masyarakat luas," sebut Sugianto beberapa waktu lalu.
Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Riza Rahmadi mengatakan dedak menjadi salah satu hasil sampingan dari pengolahan padi dalam pengembangan padi food estate.
--page

Berlimpahnya dedak mendorong kementerian untuk memberikan budidaya khususnya ternak itik pada tahun 2020 dengan total 10 kelompok untuk Kabupaten Pulang Pisau.
"Dengan keberhasilan mereka di 2020, (pengembangan) diperbesar lagi di tahun 2021 ada (bantuan) 48 kelompok untuk Pulang Pisau. Masing-masing kelompok ada dibantu 500 ekor beserta sarana produksi lainnya," sebut Riza. (HERMAWAN DP/B-5)









