BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terjadi perenggangan konstruksi pada sambungan atau dilatasi Jembatan Sungai Arut di Jalan Achmad Shaleh ruas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Renggangnya konstruksi jembatan yang membelah Sungai Arut tersebut diduga diakibatkan seringnya kendaraan yang melebihi tonase melewati jembatan tersebut.
Meski hanya berupa garis lurus dengan lebar sekitar 10 centimeter sepanjang badan jembatan, namun kondisi tersebut sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua.
Sebabnya, bila pengendara roda dua memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan terkena lubang tersebut maka dapat hilang keseimbangan dan akibatnya akan fatal.
Salah seorang warga Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Sulis yang setiap hari melintas di jembatan tersebut mengaku, lubang dengan garis lurus di permukaan aspal jembatan tersebut menganga sejak setahun terakhir.
--page
"Dulu kan jarang kendaraan berat melintas, namun ketika ruas jalan ini padat, dan kendaraan dengan muatan penuh sering melintas sedikit demi sedikit aspal retak dan kondisinya seperti saat ini," ujarnya, Jumat, 11 Februari 2022.
Menurutnya, ada beberapa kejadian pengendara roda dua yang jatuh, namun ia belum mengetahui apakah disebabkan lubang tersebut atau bukan.
Untuk itu ia berharap agar aspal jembatan yang menganga tersebut segera diperbaiki, kalau menunggu dikhawatirkan akan semakin besar lubangnya.
"Kami berharap diperbaiki, kalau tidak akan semakin parah, dan biayanya semakin besar," tuturnya.
Warga lainnya, Purnomo menyampaikan harapannya agar ketika jembatan yang ada sekarang dinilai tidak mampu lagi menahan beban berat kendaraan yang melintas, pemerintah daerah agar segera melanjutkan pembangunan rencana jembatan cable stayet di sebelahnya.
Karena saat ini sudah terbangun pondasi jembatan, hal itu mengingat usia jembatan yang ada sekarang sudah tua, dan kondisinya meski masih tampak kokoh namun dibeberapa titik aspal jembatan sudah berlubang dan ada satu yang berlubang memanjang.
--page
"Pembangunan cable stayet, kita hanya bisa berharap agar secepatnya diperbaiki terlebih dahulu," pungkasnya. (DANANG/B-5)









