PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam rangka meningkatkan tingkat konsumsi ikan di Kecamatan Arut Utara (Aruta), Dinas Perikanan Kobar berupaya mendorong masyarakatnya untuk menggeluti budidaya perikanan.

Kepala Dinas Perikanan Kobar, Hepy berupaya mendorong masyarakat Aruta melirik budidaya perikanan sebagai salah satu ladang usaha.

"Masih kurangnya tingkat konsumsi ikan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga setempat, mengingat ikan hasil tangkapan belum mampu memenuhi kebutuhan," ujarnya, Minggu 13 Februari 2022.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kobar, konsumsi ikan masyarakat Aruta hanya 45 kg per tahun. Angka tersebut masih berada di bawah kisaran rata-rata konsumsi ikan masyarakat Kobar yakni 55 kg per tahun dan juga konsumsi ikan nasional di kisaran 56,3 kg per tahun.

Saat ini baru ada sedikit pembudidaya ikan di Aruta yang serius menggeluti budidaya perikanan, salah satunya seperti yang dikembangkan oleh warga Desa Sambi.

Keberadaan sejumlah perusahaan swasta diharapkan membuat pemasaran komoditas perikanan di daerah tersebut menjadi lebih mudah.

"Pembudidaya ikan di Sambi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar sebagai upaya meningkatkan dan pemerataan konsumsi ikan di Kobar. Data kita konsumsi ikan di Aruta masih di bawah rata-rata angka konsumsi ikan kabupaten," tuturnya.

--page

Dia menuturkan untuk memenuhi kebutuhan warga, mayoritas pasokan ikan masih didatangkan dari kota Pangkalan Bun dan sebagian lagi berasal dari wilayah Kabupaten Seruyan.

Namun adanya kendala akses jalan yang rusak, secara tidak langsung berdampak terhadap kelancaran pasokan maupun harga ikan.

"Pasarnya bagus, mayoritas didatangkan dari Pangkalan Bun dan Seruyan. Cuma kendala transportasi, jalannya masih belum nyaman," imbuhnya.

Untuk itu pihaknya berharap agar potensi perikanan dapat terus berkembang, seiring peningkatan konsumsi ikan di masyarakat pada umumnya. (DANANG/B-6)