BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalimantan Tengah, Rini Fortina mengatakan ketika terjadinya peningkatan kasus aktif Covid-19, maka upaya dan strategi antisipasi harus disiapkan sedini mungkin.
"Pencegahan itu seperti 3M, 4M, 5M, atau bahkan 3T. Cara itu yang bisa pencegahan supaya tidak jatuhnya kasus yang lebih luas lagi," katanya, Minggu 13 Februari 2022.
Ia menjelaskan pemerintah daerah harus menyiapkan strategi pencegahan sedini mungkin dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus aktif Covid-19 utamanya terhadap potensi penularan virus corona akibat transmisi lokal.
Sedangkan untuk mitigasi secara umum sama dengan penanganan Covid-19 yang sebelumnya, namun pemerintah harus lebih maksimalkan capaian vaksinasi untuk semua penduduk.
"Jadi yang datang dari daerah lain dan menjadi daerah transmisi lokal, itu yang harus kita waspadai. Jadi posisi kita saat adalah pada deteksi dini dan pencegahan," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk menahan diri dalam melakukan mobilitas yang tinggi, terutama ke tempat atau fasilitas publik.
"Kita lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi masyarakat harus bisa lebih menahan diri, karena risiko yang kita hadapi jadi lebih besar, apalagi dengan adanya varian baru," tutupnya. (NOPRI/B-6)









