TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - SMAN 1 Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur masih menerapkan pembelajaran tatap muka atau PTM 50 persen sejak metode pembelajaran ini diterapkan seminggu yang lalu.

"Untuk SMAN 1 Tamiang Layang sejak Senin tanggal 7 Februari 2022 memberlakukan PTM 50 persen mengingat Barito Timur saat ini berada pada zona PPKM level 2, jumlah siswa paling banyak dan adanya siswa yang terpapar dari klaster keluarga. Jadi pembelajaran kolaborasi antara tatap muka dan daring," ujar Kepala SMAN 1 Tamiang Layang, Istiqomah, Senin, 14 Februari 2022.

Dia menjelaskan, kepada kontak erat siswa yang terpapar sudah dilakukan swab test antigen serta diwajibkan isolasi mandiri.

"Sekolah juga mengingatkan kepada orang tua siswa agar siswa yang kurang sehat tidak mengikuti pembelajaran tatap muka, kita sama-sama menjaga baik di lingkungan sekolah, pergaulan maupun dalam lingkungan yang lain, kendala bagi kami sekalipun sudah membagi sesi kadang anak-anak ketika pulang dari sekolah tidak langsung ke rumah sehingga berpotensi melanggar protokol kesehatan saat berada di luar sekolah," imbuh Istiqomah.

Itu sebabnya dia berharap dukungan dari orang tua atau wali siswa agar mengingatkan anak-anak untuk langsung pulang kerumah saat selesai pembelajaran tatap muka.

--page

"Mengingat kewenangan kami terbatas di sekolah, kami agak kesulitan saat harus mengontrol anak-anak ketika berada di luar sekolah. Kami hanya bisa mengingatkan anak-anak untuk disiplin protokol kesehatan," ungkapnya.

Istiqomah juga selalu berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Barito Timur karena apapun kebijakan yang diterapkan di sekolah selalu atas rekomendasi dari satgas covid-19.

"Kami sudah cukup senang bahwa sempat melaksanakan PTM 100 persen selama 1 bulan, namun dengan munculnya kasus baru terpaksa kami harus mengambil keputusan untuk melaksanakan PTM 50 persen," tuturnya.

Istiqomah menegaskan penerapan PTM 50 persen di SMA Negeri 1 selain berdasarkan koordinasi dengan satgas covid-19, juga mengikuti petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

"Karena kita adalah sekolah besar dengan jumlah siswa 608 orang, kita mengurangi potensi kerumunan dari siswa yang cukup banyak, kebijakan ini juga kami buat untuk mengingatkan agar kita saling peduli dan lindungi," jelasnya.

Istiqomah belum dapat memberikan gambaran sampai kapan pemberlakuan PTM 50 persen karena kebijakan ini menyesuaikan dengan kondisi penyebaran covid-19.

"Kita akan melihat perkembangan kasus covid-19 dan rekomendasi dari satgas covid-19 kabupaten nanti," kata Istiqomah.

Metode PTM 50 persen yang diterapkan di SMA Negeri 1 Tamiang Layang yakni 50 persen siswa mengikuti PTM namun 50 persen lainnya mengikuti juga secara daring. Cara ini dilakukan secara bergantian setiap hari dengan lama belajar 6 jam pelajaran. (BOLE MALO/B-7)