PALANGKA RAYA –

BORNEOENEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran meminta para bupati dan wali kota beserta jajaran mengidentifikasi serta memetakan potensi produk kelautan maupun perikanan untuk bisa diekspor.

"Segera identifikasi dan petakan mana saja yang potensial untuk bisa menjadi komoditi ekspor sektor kelautan dan perikanan Kalteng," katanya, Selasa 15 Februari 2022.

Untuk itu Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng diminta menindaklanjuti, sehingga pemasaran produk-produk kelautan dan perikanan asal Kalteng bisa maksimal menjangkau pasar internasional.

Diketahui terkait hal tersebut, pada hari ini jajaran Dislutkan Kalteng dipimpin Kepala Dinas Darliansjah melaksanakan rapat final pemantapan persiapan peluncuran ekspor komoditi hasil kelautan dan perikanan provinsi. Sejumlah potensi ekspor, diantaranya botia, seluang, betutu hingga aquatic plant.

Sugianto mengapresiasi peluncuran ekspor komoditi hasil kelautan dan perikanan ke depan yang akan diekspos secara nasional, dan diharapkan kegiatan tersebut bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga tidak sebatas kegiatan seremonial saja.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palangka Raya Miharjo mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya peluncuran ekspor komoditi hasil kelautan dan perikanan.

“Kami akan mengusahakan agar Kepala Karantina Ikan Pusat di Jakarta dapat hadir pada acara peluncuran nantinya,” terangnya.

Sementara itu persiapan untuk kegiatan peluncuran sudah matang dan semua eksportir sudah siap, baik komoditi maupun dokumen ekspor.

Semua armada eksportir juga sudah siap untuk dilepaskan oleh Gubernur Sugianto Sabran nantinya yang akan dilaksanakan di halaman kantor gubernur pada 18 Februari 2022 mendatang.

Saat ini salah satu komoditi kelautan dan perikanan yang juga fokus dikembangkan di Kalteng, diantaranya adalah udang vaname melalui konsep pengembangan shrimp estate yang akan dibagi menjadi lima klaster.

--page

Sebelumnya Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Leonard S. Ampung mengatakan, pembangunan lima klaster tambak udang vaname atau shrimp estate di Kalimantan Tengah dilakukan bertahap dan diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp85 miliar.

"Lima klaster ini dilengkapi fasilitas perkantoran, mes karyawan, gudang, laboratorium penyakit, dan lainnya," katanya.

Pembagian menjadi lima klaster tersebut, sesuai dengan perencanaan melalui Detail Enginering Design (DED) luas keseluruhan kawasan tambak udang vaname yakni 40,17 ha.

ANTARA