BORNEONEWS, Sampit - Rintik hujan yang jatuh dari langit mengiringi pagi Jumat, 18 Februari 2022. Sejumlah pemuda dan orang tua berkumpul di bawah naungan garasi kendaraan di Pondok Putri Pesantren Darul Amin Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Mereka berkumpul untuk mempersiapkan segala kebutuhan rempah dan juga bahan untuk memasak nasi samin, yang akan digunakan untuk hidangan memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan Haul Akbar KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul pada malam ini.
"Yang kami persiapkan ini sejumlah rempah yang akan digunakan untuk membuat nasi samin," ujar Muhammad Hulaimi, penanggung jawab pengolahan nasi samin.
Pembuatan nasi samin tersebut dimulai sejak pukul 06.00 WIB pagi. Hal itu dilakukan, karena pembuatannya hingga matang membutuhkan waktu lama. Bahkan mencapai 4 jam.
"Kalau dari meracik rempahnya lebih dari 4 jam, karena sangat banyak bahan yang harus disiapkan. Namun hari ini rempah sudah diracik di rumah. Sehingga kami hanya tinggal memasaknya saja," kata pria yang sehari-harinya dipanggil Ulay.
--page
Rempah yang digunakan sendiri di antaranya kayu manis, bawang merah, bawang bombai, tomat, wartel, susu bubuk, dan yang tidak boleh ketinggalan adalah minyak samin khas dari Timur Tengah.
Bahan yang lebih dulu dimasukan ke dalam wajan besar adalah minyak samin. Setelah itu, baru bawang merah, hingga dilanjutkan rempah lainnya. Selanjutnya, diaduk hingga merata dan warnanya berubah menjadi kecoklatan.
"Setelah bumbu dianggap matang, barulah dimasukan air dan bumbu inti yang tidak dijual di pasaran, hingga campuran tersebut mendidih," terang Ulay.
Ketika sudah dianggap mendidih, barulah dimasukan penyedap rasa dan juga beras yang sudah ditiriskan.
"Saat beras sudah dimasukkan, inilah pekerjaan yang sulit. Karena harus diaduk hingga rata dengan jumlah beras dalam satu wajan mencapai 80 kilogram," ucapnya.
--page
Ketika adukan tersebut selesai, wajan ditutup menggunakan daun pisang. Setalah itu, dibiarkan menguap beberapa jam hingga masak.
Sementara itu, Guru Anis mengatakan, nasi samin yang dimasak hari ini jumlahnya 150 kilogram. Itu akan disiapkan untuk 3.000 kotak nasi dan diberikan kepada tamu undangan, termasuk santri pondok pesantren tersebut.
"150 kilogram beras ini bisa dihidangkan untuk 3.000 kotak, bahkan lebih," kata Anis.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amin Sampit, Ustadz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar mengatakan, pihaknya sengaja menyiapkan nasi samin untuk kegiatan malam ini demi mengambil keberkahan di dalamnya.
"Ini sebagai upaya kami untuk memperingati Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW. Sehingga kami mengambil berkahnya dengan menghidangkan nasi samin yang tidak semua orang bisa merasakannya, karena dibuat pada saat momen-momen tertentu saja," terang Ustadz Rayyan. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)









