KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) di Kabupaten Kapuas terus berproses secara hybrid (online dan offline) dan kini sudah dilaksanakan juga Lokakarya Dua Angkatan Empat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat mengatakan, PGP merupakan langkah strategis dari pemerintah untuk mewujudkan guru yang berdaya dan memberdayakan.

"Baik itu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta berorientasi pada peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik,” katanya, Jumat, 18 Februari 2022.

Dia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas terhadap alumni dari program PGP sebagai Komunitas Guru Penggerak karena telah menyelesaikan pendidikannya selama sembilan bulan menjadi kepala sekolah.

“Mari bersama bergerak wujudkan Merdeka Belajar yang sejalan dengan Program Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas yakni peningkatan mutu lulusan, profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, peningkatan stakeholder pendidikan serta implementasi kurikulum berbasis kearifan lokal,” ucapnya.

--page

Sebelumnya, A Herman Andawa selaku Pengajar Praktik PGP menyampaikan jika lokakarya kedua angkatan empat diikuti 20 peserta dan 4 Pengajar Praktik yang langsung maupun secara daring. Sebelum dilakukan mereka dilakukan pemeriksaan swab cegah penyebaran covid-19.

“Tema pada lokakarya dua adalah mengembangkan komunitas belajar  (Komunitas Praktisi) diharapkan mampu melakukan pemetaan aplikasi, membuat dan menggerakkan komunitas praktisi serta tahap merintis di sekolah masing-masing,“ ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu fasilitator, Monev dan pendamping dari P4TK IPA Kemdikbudristek, pengajar praktik dan peserta. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)