BORNEONEWS, Kasongan - Polisi menyebut tahanan Polres Katingan berinisial Ar alias Ladom (45 tahun) meninggal dunia di ruang tahanan blok 1,, Sabtu, 19 Februari 2022 sekitar pukul 04.50 WIb tadi pagi.
Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo mengatakan, pada 12 Januari 2022 atau terhitung 39 hari, Ar masuk ke tahanan setelah di swab antigen dan dinyatakan sehat.
Karena almarhum diduga melakukan perkara tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
"Benar, tahanan kasus pencabulan meninggal dunia di rutan Polres. Ia mengalami kejang-kejang, kemudian sempat dibawa ke Puskesmas Kereng Pangi dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo.
Kapolres Sonny menambahkan, dari hasil otopsi luar oleh dr Hamidah, tidak ditemukan luka memar akibat kekerasan baik benda tumpul ataupun benda tajam. Diperkirakan untuk kematian lebih kurang antara tiga sampai empat jam sebelumnya.
--page
Berdasarkan keterangan rekannya satu sel dengan inisial NI, sebut Kapolres saat itu rekannya tersebut berada dalam satu ruang sel sembilan orang termasuk almarhum.
Pada hari Sabtu, 19 Februari 2022 rekan korban ini melaksanakan salat subuh berjamaah bersama para tahanan yang lain.
Lalu masuk ke dalam sel untuk melanjutkan doa dan zikir, kemudian mendengar rekannya membangunkan almarhum sambil memanggil namanya.
Almarhum saat itu pada posisi tengkurap dan mengalami kejang-kejang, rekan tahanan memanggil namanya namun tidak ada respon, kemudian mereka membalikkan badannya dan memegang urat nadi namun sudah tidak ada denyutnya lagi.
Setelah itu, para tahanan melaporkan ke piket jaga ruang tahanan bahwa ada tahanan yang meninggal dunia.
Untuk memastikan kondisinya petugas membawanya ke Puskesmas Kereng Pangi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
"Setelah dinyatakan meninggal dan otopsi luar oleh pihak puskesmas, kami memberitahukan pihak keluarga atas kematiannya,” ujar Kapolres.
Semua perwakilan dari keluarga menyatakan tidak keberatan dan ikhlas atas meninggalnya Ar.
--page
Keluarganya mengatakan, almarhum tiga tahun yang lalu pernah mengalami pembengkakan di seluruh badan yang menurut pihak keluarganya diduga ada penyakit ginjal.
"Kami dari Polres Katingan turut berbelasungkawa atas meninggalnya tahanan yang ada di Polres, semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah," imbuh Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo. (ABDUL GOFUR/B-5)









