BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan masyarakat merupakan tujuan utama dijalinnya kerja sama antara PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Tbk bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Komunitas Karya Masoraian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Head of Sustainability PT.SSMS, Tbk Henky Satrio Wibowo, Senin 21 Februari 2022 mengatakan kerja sama yang dijalin ini merupakan rangkaian dari program 5 tahun pertama dari program yang bakal kita jalankan hingga 5 tahun selanjutnya.
"Kerja sama yang dijalin yaitu mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga pemberdayaan masyarakat di Kotawaringin Lama," jelasnya.
Menjalinan kerja sama antara PT SSMS dengan KTH Komunitas Karya Masoraian dilakukan, antaran dalam konsep perhutanan sosial harus dimitrakan.
"Tentunya peran tersebut segera kami ambil. Selain itu ini merupakan bentuk komitmen perusahaan pada aturan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk memenuhi kewajiban Remediation and Compensation Procedure (RaCP)," jelasnya lagi.
Menurutnya dalam pengembangan kerja sama untuk menjaga kelestarian lingkungan ini ke depan diharapkan bisa disupport oleh berbagai pihak.
"Kita lihat bersama di Kotawaringin Lama terdapat Astana Al Nursari, Makam Kyai Gede dan Danau Masoraian yang merupakan arena High Conservation Value (HCV) sehingga harus dijaga bersama," sebutnya.
--page
Namun menurutnya potensi terjadinya karhutla di sekitar area HCV sangat besar. "Nah inilah yang menjadi dasar utama kami untuk menjalin kerja sama dengan KTH Komunitas Karya Masoraian. Ke depan kerja sama juga bukan hanya terbatas dalam mitigasi karhutla saja. Perekonomian masyarakat sekitar Danau Masoraian juga perlu ditingkatkan," jelasnya.
Lantaran, menurut Henky ada potensi di wilayah tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Ke depan masih dijajaki adanya kerja sama dibidang lain. Karena disana potensi perikanan cukup bagus. Bisa saja nantinya dijalin kerja sama pengembangan budidaya ikan, sehingga nantinya program ini bisa berjalan beriringan dengan program utama yaitu mitigasi kebakaran dan pengembangan ecowisata," tandasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)









