BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur berupaya agar hasil studi banding di Pontianak beberapa waktu lalu segera diterapkan untuk mendorong peningkatan mutu maupun harga jual bahan olah karet atau bokar.
"Yang pasti kita akan berusaha menterjemahkan, menerapkan hasil dari studi banding kemarin," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Trikorianto, Senin 21 Februari 2022.
Menurutnya studi banding yang diikuti oleh beberapa dinas terkait yang tergabung dalam tim ekonomi kerakyatan bukan sekedar jalan-jalan, tapi benar-benar ingin menerapkan hasil studi banding tersebut di Barito Timur karena daerah ini merupakan penghasil karet.
"Petani kita di Barito Timur 90 persen membudidayakan karet, ini yang menjadi perhatian kita," tuturnya. Langkah yang yang dilakukan dalam waktu dekat yakni membentuk unit pengolahan dan pemasaran bokar atau UPPB di beberapa desa.
Selain itu bekerja sama dengan dinas pemberdayaan masyarakat desa dan sosial, pihaknya juga akan mendorong terbentuknya beberapa BUMDes Bersama di bidang jual beli karet.
"Setelah BUMDes atau UPPB terbentuk, kemudian dibicarakan kualitas karet seperti apa yang diinginkan oleh pabrik, UPPB dan BUMDes nanti diharapkan menjalin hubungan dengan pabrik yang harga belinya lebih tinggi," jelasnya. (BOLE MALO/B-6)
Dinas Pertanian Barito Timur Berupaya Terapkan Hasil Studi Banding
Bagikan:

TAMIANG LAYANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hotspot Barito Timur Terus Menurun, Tiga Titik Terdeteksi di Banua Lima
13 Warga Binaan Rutan Tamiang Layang Jalani Penilaian untuk Usulan Pembebasan Bersyarat
Seekor Trenggiling Diselamatkan dari Karhutla di Desa Murutuwu
Pemkab Bartim Jajaki Kerja Sama Beasiswa Pascasarjana dan Doktor dengan UMPR
Bupati Bartim Minta ASN Tuntaskan Vaksinasi HPV Dosis Ketiga untuk Cegah Kanker Serviks
Liang Saragi, Harapan Baru Wisata Alam dari Desa Ampari Barito Timur
Komentar (0)
Memuat komentar…







