BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok - Pemberangkatan calon jamaah haji tahun 1443 hijriyah atau tahun 2022 ini masih menunggu persetujuan resmi dari Kerajaan Arab Saudi.

"Hingga kini, kita masih menunggu persetujuan secara resmi dari pemerintah kerajaan Arab Saudi terkait dengan pemberangkatan CJH tahun 2022 ini," kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Barito Selatan, Syuriansyah, Rabu, 23 Febuari 2022.

Ia mengatakan, Kementerian Agama RI sudah melakukan koordinasi dan pembicaraan dengan pemerintah Arab Saudi terkait hal itu. Diharapkan, pemberangkatan calon jamaah haji Indonesia yang mengalami penundaan selama dua tahun bisa dibuka kembali oleh pemerintah Arab Saudi.

Meskipun demikian, pihaknya juga patut bersyukur, sebab dari 20 negara yang tidak diperbolehkan masuk ke Arab Saudi, tertanggal 8 Januari 2022 lalu, Indonesia bersama 8 negara lainnya sudah diperbolehkan memberangkatkan jamaah umrah ke Mekkah.

"Kalau melihat dengan diperbolehkannya memberangkatkan jamaah umrah, mudah-mudahan ada harapan bagi calon jamaah haji Indonesia bisa diberangkatkan pada tahun 1443 hijriyah atau tahun 2022 ini," beber dia.

Ia menyampaikan, apabila nantinya sudah ada pengumuman dari pemerintah Indonesia hasil persetujuan secara resmi dari Arab Saudi, maka Kabupaten Barito Selatan akan memberangkatkan calon jamaah haji pada tahun ini.

"Kita juga berharap, dengan tertundanya pemberangkatan selama dua tahun itu, jumlah calon jamaah haji yang akan diberangkatkan tidak ada perubahan dari yang telah diusulkan,” kata dia.

--page

Kemudian diharapkan juga adanya kuota tambahan, baik tambahan kuota tertunda maupun untuk lansia. Itu yang masih ditunggu jawabannya dari pemerintah Arab Saudi.

Ia menambahkan untuk jumlah calon jamaah haji Kabupaten Barito Selatan yang rencananya akan diberangkatkan pada tahun 2022 ini sebanyak 131 orang. Mereka sudah divaksin booster atau dosis ketiga, melaksanakan manasik, serta melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

"Sebanyak 131 orang calon jamaah haji itu dari sisi kesiapan sudah siap 99 persen dan tinggal menunggu kesediaan pemerintah Arab Saudi yang menerimanya agar diberangkatkan ke tanah suci Mekkah," ucap dia. (URIUTU DJAPER/B-11)