PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam operasi pasar minyak goreng sesuai aturan HET yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 11.500 per liter untuk minyak curah dan Rp 14.000 untuk minyak goreng kemasan yang digelar PT Citra Borneo Utama (CBU) bagian dari Citra Borneo Indah (CBI) Group selalu disambut antusias oleh warga.

Menurut ibu Suaji, warga yang turut antre membeli minyak goreng curah di Kodim 1014 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis 24 Februari 2022 harapannya kegiatan seperti ii bisa terus digelar secara rutin.

"Karena bila dibeli di toko atau supermarket harganya lumayan mahal. Namun dengan kegiatan seperti ini, kami bisa dapatkan minyak goreng murah sesuai aturan yang ditetapkan oleh pemerintah," jelasnya dengan nada gembira.

Lain lagi menurut Busro, salah seorang warga yang turut antre membeli minyak goreng curah di tempat tersebut.

Menurut Busro, walau di Kobar dan sekitarnya banyak perkebunan kelapa sawit, namun kenapa hanya PT CBU yang merupakan bagian CBI Group yang gencar menggelar operasi pasar.

"Terus terang saya heran. Mana kepedulian dari perusahaan lainnya. Apakah mungkin pemilik perusahaan lain itu bukan warga Kalteng, sehingga terkesan tidak peduli dengan warga. Padahal kebunnya di Kobar," jelasnya.

--page

Untunglah salah satu pemilik perkebunan sawit di Kalteng adalah H. Abdul Rasyid AS yang nota bene adalah warga Bumi Tambun Bungai.

"Menurut saya, itulah yang membuat H. Abdul Rasyid AS peka terhadap keluhan warga yang kesulitan mendapatkan minyak goreng, khususnya di Kabupaten dimana kebunnya berada. Karena itulah salah satu perusahaan beliau gencar menggelar operasi pasar, menjual minyak goreng sesuai HET dari pemerintah RI yaitu Rp 11.500 untuk minyak curah dan Rp 14.000 untuk minyak goreng kemasan," ujar Busro. (WAHYU KRIDA/B-11)