TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Polres Barito Timur akan terus melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang belum divaksin saat masuk wilayah Barito Timur demi meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi sekaligus menekan laju penularan covid-19 yang mulai meningkat kembali.

"Dalam kesempatan ini saya menyampaikan bahwa Polres Barito Timur akan terus melakukan pemeriksaan di jalan. Masyarakat yang melintas Kabupaten Barito Timur tolong membawa kartu vaksin, kalau tidak membawa kartu vaksin terpaksa kami akan perintahkan putar balik," tegas Kapolres AKBP Afandi Eka Putra saat meninjau kegiatan vaksinasi di Kantor Kemenag Barito Timur, Kamis, 24 Februari 2022.

Untuk mendukung percepatan vaksinasi dosis 2 maupun booster, polres juga membuat jadwal vaksinasi setiap hari di berbagai tempat selain jadwal yang dimiliki dinas kesehatan.

"Dinas kesehatan sudah punya jadwal sendiri, polres juga punya jadwal sehingga setiap hari kita punya jadwal vaksinasi. Untuk hari saja ada 9 titik vaksinasi yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan dan polres dengan target 600 orang tervaksin baik dosis 2 maupun 3," jelas Kapolres.

"Persediaan vaksin saat ini di Barito Timur masih cukup. Kemarin vaksin AstraZeneca ada 180 vial, Moderna 100 vial, juga Johnson&Johnson dan Sinovac masih ada," imbuhnya.

Dalam beberapa minggu terkait kasus positif covid-19 Barito Timur kembali meningkat. Hingga kini masih ada 18 orang pasien positif yang masih dalam perawatan.

Peningkatan kasus yang cepat  ini diduga berasal dari varian Omicron karena varian ini memiliki karakteristik penularan 5 kali lebih cepat daripada varian sebelumnya.

Meski demikian Dinas Kesehatan Barito Timur belum berani memastikan karena membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam untuk memastikan varian tersebut.

"Kalau untuk memastikan apakah itu varian omicron atau bukan kita harus ada pemeriksaan lebih jauh. Saat ini Dinas Kesehatan Provinsi juga belum memiliki fasilitas untuk itu, cuma perkiraan karena cepat sekali peningkatan kasus kemungkinan besar ini varian Omicron," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Barito Timur Jimmi WS Hutagalung.

--page

Namun menurutnya selain penularan yang cepat, rata-rata pasien menunjukkan gejala yang umum ditimbulkan varian Omicron, yakni lebih ringan dibanding varian Delta seperti batuk, demam, pilek atau hidung tersumbat serta sakit tenggorokan dan cepat lelah seperti penyakit infeksi saluran pernapasan bagian atas tanpa disertai sesak nafas.

"Yang terpapar varian Omicron bisa saja dia tidak demam tapi dia batuk, dan itu dia tidak hilang rasa dan penciuman seperti pada varian Delta," jelasnya. (BOLE MALO/B-11)