BORNEONEWS Palangka Raya - Di tahun 2022 ini Kota Palangka Raya mendapatkan program pencegahan penurunan stunting. Dengan begitu Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (P4KB) segera membentuk tim pendampingan keluarga percepatan penurunan stunting di Kota Palangka Raya.
Kepala Dinas P4KB palangka Raya, Sahdin Hasan mengatakan pihaknya sudah membentuk tim pendampingan Keluarga diseluruh wilayah Kota Cantik untuk melaksanakan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
"Kita sudah membentuk tim pendampingan keluarga yang berjumlah 678 orang di semua wilayah. Tim ini terdiri dari Tokoh masyarakat, Bidan, Perawat, PKK dan beberapa lainnya. Dengan adanya tim ini kita akan mengedukasi masyarakat terkait taraf hidup sehat dan mencegah Stunting," ucapnya, Jumat, 25 Februari 2022.
Sahdin meminta kepada semua elemen masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui adaanya kasus stunting, dengan begitu pihaknya akan segera bergerak melakukan pencegahan dan pendampingan kepada masyarakat tersebut, sehingga langkah awal terjadinya Stunting bisa dicegah.
"Pencegahan tidak sebatas dilakukan dengan edukasi, namun melalui kampung KB yang kita miliki akan memberdayakan posyandu dalam pemenuhan informasi dan kesehatan gizi masyarakat, karena stunting berawal dari kurangnya gizi dan kesehatan masyarakat," katanya.
--page
Sementara itu, saat disinggung mengenai jumlah peningkatan jumlah pernikahan dini di Kota Palangka Raya, ia mengungkapkan jumlahnya masih relatif, karena saat ini sudah ada peraturan-peraturan dalam pengajuan pernikahan di KUA.
"Jumlah pernikahan dini relatif, karena memang di KUA sendiri sudah tertera aturan-aturan untuk mengajukan pernikahan, seperti batasan usia yang di perbolehkan dan beberapa persyaratan lainnya," pungkas dia. (DONNY D/B-5)








