BORNEONEWS, Palangka Raya - Akumulasi kematian akibat Covid-19 di Kota Palangka Raya sejak awal pandemi tercatat hanya 521 pasien. Terakhir penambahan yakni tanggal 24 Februari, yakni satu warga Kelurahan Pahandut.
"Tingkat kematian memang sangat rendah sejak awal pandemi, karena perawatan yang dilakukan sangat baik," kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Sabtu 26 Februari 2022.
Ia mengatakan, Omicron menyebar lebih cepat daripada varian lainnya, namun berisiko kecil menimbulkan kematian. Dia meminta masyarakat tidak panik dan jika mengalami gejala ringan, lakukan isolasi mandiri dan minta pelayanan puskesmas.
"Namun varian Omicron ini tak bisa dianggap sepele. Meskipun tingkat fatalitas lebih rendah dibandingkan varian lain, tapi sangat mudah menyebar dan itu bisa parah bagi lansia dengan komorbid," ujarnya.
Selain itu, cakupan vaksinasi yang terus diperluas diharapkan bisa menjadi upaya mengatasi lonjakan kasus Covid-19, sehingga pengetatan kegiatan atau PPKM dapat dihentikan dan pandemi segera berakhir.
--page
"Masyarakat, termasuk anak-anak dan kelompok lanjut usia, untuk segera melengkapi vaksinasi karena vaksinasi telah terbukti mampu melindungi dari risiko gejala berat hingga kematian," pungkasnya. (HENDRI/B-11)









